Selamat Ulang Tahun Ke-32 UT. Semoga Tuhan memberi umur panjang yang penuh dengan manfaat dan kebaikan.
“Bertambah usia, artinya berkuranglah jatah hidup ini. Tetapi itu tidak mengurangi eratnya pengabdian. Bahkan seiring berjalannya waktu, pengabdian dan dharma bakti Universitas Terbuka terasa semakin kokoh dan profesional. Semoga Tuhan memberi umur panjang yang penuh dengan manfaat dan kebaikan. Dirgahayu UT ke 32”.

Tuesday, 26 March 2013

Pesawat CN235 dipakai oleh Malaysia, Korsel, Thailand, Pakistan, Spanyol, dan Turki

Rochimudin | Tuesday, 26 March 2013 | 15:43 |
PM Malaysia, Pakistan & Korsel Pakai Pesawat Made in Bandung, Bagaimana Indonesia?

Jakarta - Pesawat buatan Indonesia sangat diperhitungkan kualitasnya oleh negara lain. Buktinya pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia yaitu CN235-200 digunakan oleh para pemimpin negara sebagai pesawat VIP.
"Kita punya pesawat CN235-200 itu pesawat multi missions platfrom, bisa untuk pribadi, maritime patrol, kargo dan lainnya," ucap Vice President Logistics & Costumer Support Division PT Dirgantara Indonesia, Mula W. Wangsaputra kepada detikFinance ditemui di The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace (LIMA '13) Langkawi, Malaysia, Selasa (26/3/2013).
Perhatian dari Perdana Menteri Malaysia (PM) Najib Razak

Perdana Menteri Malaysia (PM) Najib Razak disela-sela acara pameran pesawat di Langkawi Malaysia menyempatkan datang ke booth PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Selama ini Negeri Jiran tersebut sudah sejak lama menjadi pelanggan PT DI.

"Oh ini ya pesawat barunya, bagus," ucap Nazib ketika datang ke Booth PT DI di acara pameran pesawat The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace Exibhition (LIMA '13) Langkawi, Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Sebelumnya juga beberapa petinggi Tentara Diraja Malaysia juga berkunjung khusus ke pesawat CN295 yang terparkir di hanggar Bandara Langkawi Malaysia. Pesawat CN 295 merupakan produk terbaru yang merupakan kerjasama PT DI dengan Airbus Military, Spanyol.

Menurut Vice President Logistics & Customer Support Division PT DI Mula W. Wangsaputra, Malaysia sudah sejak lama menggunakan produk-produk pesawat buatan PT DI. "Untuk CN235 saja mereka sudah punya 6," ucap Mula.

Negara mana sajakah yang memakai pesawat buatan PT DI tersebut:

Negara-Negara di Asia (Malaysia, Korea Selatan, dan Pakistan)
Salah satu bukti bahwa produk PT DI berkualitas yakni pesawat CN 235-200 digunakan oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Presiden Korea Selatan dan Pakistan. "PM-nya Malaysia pakai, Korea Selatan pakai, Pakistan pakai punya kita juga," ucap Mula.

Pesawat CN235-200 dipesan oleh mereka untuk dijadikan pesawat VIP. "Jadi pesawat ini digunakan para pemimpin negara tersebut untuk pergi dinas di dalam negaranya sendiri," katanya.

Presiden Indonesia? "Indonesia malah nggak pakai," katanya.

Dalam serimonial airshow, Indonesia ikut andil dengan menghadirkan tim Jupiter yang akan menampilkan ketangkasan aerobatic aircraft.

Indonesia yang diwakili PT Dirgantara Indonesia (PT DI) akan memamerkan pesawat N295. "N295 ini merupakan pesawat serbaguna, bisa untuk militer dan sipil. Tetapi memiliki konsumsi bahan bakar yang sangat irit," ucap Direktur Utama PT DI, Budi Santoso yang ditemui di sela The 12th Langkawi Internasional Maritime & Aerospace Exibition ini akan berlangsung selama 26030 maret 2013, Selasa (26/3/2013).

Pesawat N295 ini sendiri kata Budi, sudah dipesan oleh TNI-AU sebanyak 9 unit. "Dua unit pesawat N295 sudah diserahkan, 3 lagi dalam pengerjaan tahun ini, dan 2014 semua unit yang dipesan sudah diserahkan," ucapnya.

TURKI
CN-235 ASW/ASuW MPA
milik Angkatan Laut Turki
Turki ternyata memiliki salah satu pesawat canggih buatan Indonesia yakni CN235 ASW yang diciptakan untuk mendeteksi kapal selam. CN235 ASW merupakan kependekan dari Anti-Submarine Warfare.

"Turki itu punya pesawat buatan kita yang diciptakan untuk anti kapal selam," kata Vice President Corporate Communication PT Dirgantara Indonesia, Sonni Ibrahim, ketika ditemui disela acara The 12th Langkawi International Maritime & Exhibition 2013 (LIMA '13), Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Dikatakan Sonni, pesawat tersebut memang didesain khusus untuk anti kapal selam karena memiliki dua buah torpedo.

"CN235 ASW ini memiliki sonar dan radar yang bisa mendeteksi keberadaan kapal selam musuh, ketika terdeteksi musuh di dalam laut, dari atas pesawat torpedo dijatuhkan dan dibelakang torpedo ada parutnya, setelah jatuh ke laut torpedo langsung mengejar musuh karena juga memiliki radar di dalamnya," ungkap Sonni.

Selain itu, Turki juga punya pesawat buatan PT DI jenis CN235 yang tidak memiliki torpedo.

"CN235 yang biasa juga beberapa dimiliki Turki, Malaysia juga ada, ini yang tanpa rudal, tapi kegunaanya untuk mendeteksi keberadaan musuh, CN235 ini seperti komando, menentukan target musuh dimana, berapa pasukan yang perlu dibawa, pesawat jenis apa yang digunakan untuk menyerang," jelas Sonni.

Namun sayangnya, negara seluas Indonesia dan produknya dibuat sendiri di dalam negeri, tetapi tidak ada satu pun jenis CN235 ASW yang dimiliki Indonesia. "Indonesia belum punya," tandas Sonni.

Inilah negara-negara yang memakai pesawat CN235 sebagaimana dimuat www.wikipedia.org:
  • 1. TNI AU dan Angkatan Udara Spanyol
  • 2. Penjaga Pantai Amerika Serikat
  • 3. Penjaga Pantai Amerika Serikat
  • 4. Angkatan Udara Kerajaan Thailand
  • 5. Tentera Udara Diraja Malaysia
  • 6. Tentera Udara Diraja Brunei Darusalam
  • 7. Angkatan Udara Pakistan
  • 8. Angkatan Udara Afrika Selatan
  • 9. Angkatan Udara dan Angkatan Laut Turki
Masih mengutip wikipedia.org, CN-235 adalah pesawat terbang hasil kerja sama antara IPTN atau Industri Pesawat Terbang Indonesia (sekarang PT.DI) dengan CASA dari Spanyol. Kerja sama kedua negara dimulai sejak tahun 1980 dan purwarupa milik Spanyol pertama kali terbang pada tanggal 11 November 1983, sedangkan purwarupa milik Indonesia terbang pertama kali pada tanggal 30 Desember 1983. Produksi di kedua negara di mulai pada tanggal Desember 1986. Varian pertama adalah CN-235 Series 10 dan varian peningkatan CN-235 Seri 100/110 yang menggunakan dua mesin General Electric CT7-9C berdaya 1750 shp bukan jenis CT7-7A berdaya 1700 shp pada model sebelumnya.

Sebetulnya ini industri modern kebanggaan kita warga negara Indonesia. Ya, wilayah luasnya negara kita, area yang membentah dengan pulau, laut, dan lautan sangat cocok dengan kebutuhan angkutan udara selain angkutan perairan. Pertanyaannya, mengapa industri pesawat di Indonesia kurang mendapat perhatian pemerintah. Padahal industri ini khusus dan strategis di masa depan. Teknologi memang mahal tapi apakah kita harus ketinggalan lagi hanya karena kurang beaya atau investor? Lagi-lagi keberpihakan pemerintah sangat dibutuhkan.


Sumber:
  • http://id.wikipedia.org/wiki/CN-235
  • http://finance.detik.com/read/2013/03/26/120557/2203835/1036/pm-malaysia-pakistan-korsel-pakai-pesawat-made-in-bandung-bagaimana-indonesia?991101mainnews
  • http://finance.detik.com/read/2013/03/26/081430/2203534/1036/78-pesawat-militer-dan-64-kapal-serbu-pulau-milik-malaysia?
  • http://finance.detik.com/read/2013/03/26/144738/2204120/1036/turki-punya-pesawat-anti-kapal-selam-buatan-pt-di-ri-malah-tak-punya?f9911013
  • http://finance.detik.com/read/2013/03/26/143610/2204087/1036/hadiri-pameran-dirgantara-pm-malaysia-kunjungi-pesawat-buatan-pt-di?f9911023

Get free daily email updates!

Follow us!


Ditulis Oleh: Rochimudin ~ Untuk Pendidikan Indonesia

Artikel Pesawat CN235 dipakai oleh Malaysia, Korsel, Thailand, Pakistan, Spanyol, dan Turki Semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungan dan kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar baik FB comment maupun comment di blog. Sebaiknya berikan comment selain di FB comment agar cepat teridentifikasi.

Artikel Berkaitan:

4 comments:

  1. Seharusnya kita bangga terhadap bangsa kita sendiri yang berhasil membuat pesawat terbang dengan kualitas yang baik, bahkan beberapa negara diatas juga memakainya, namun bagaimana dengan negara kita sendiri? Negara kita sendiri malah membeli pesawat dari luar negeri, seharusnya kita lebih memilih karya anak bangsa karena juga dapat menekan biaya pengeluaran.
    (Indrawati Sherlyta M)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mbak. Pesawat produksi PT DI tidak kalah dibanding pesawat lain di kelasnya. Ayo pakai terus produksi PT DI.

      Delete
  2. alangkah lebih baiknya jika pihak indonesia mau untuk memakai pesawat ini. padahal wilayah negara kita luas, area yang membentah dengan pulau, laut, dan lautan sangat cocok dengan kebutuhan angkutan udara selain angkutan perairan. jika pihak indonesia mau untuk memakai pesawat tersebut, indonesia dapat menekan biaya pengeluaran dengan menggunakan pesawat tersebut tanpa membeli pesawat dari negara lain. (XI IA6 / 16)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mas. Tapi ingat PT DI belum bisa memperoduksi pesawat jenis Airbus. Semoga bisa segera alih teknologi dan memproduksinya. Amin

      Delete

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
//