SELAMAT DATANG & SELAMAT MENIKMATI BLOG INI. SEMOGA BERMANFAAT.
“Kami menggoyangkan langit, menggemparkan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita”. (Soekarno)

Kamis, 13 Desember 2012

Modul Pengertian Budaya Politik

Rochimudin | Kamis, 13 Desember 2012 | 11.55 |
MODUL BUDAYA POLITIK (Pertemuan 1)
Mapel PKN Kelas XI Semester 1 SMA

Standar Kompetensi :
1. Menganalisis budaya politik di Indonesia

Kompetensi Dasar :
Mendeskripsikan pengertian budaya politik.

Tujuan Pembelajaran :
Mendeskripsikan pengertian budaya politik.

Indikator Pencapaian Kompetensi:
1. Mendeskripsikan pengertian budaya politik.
2. Mengidentifikasikan ciri-ciri budaya politik.
3. Mendeskripsikan macam-macam budaya politik.
4. Menjelaskan faktor penyebab berkembangnya budaya politik.
5. Menyimpulkan budaya politik yang berkembang di masyarakat.

Tujuan khusus pembelajaran :
  •     1. Menjelaskan pengertian budaya politik.
  •     2. Mengidentifikasikan ciri-ciri budaya politik.
  •     3. Mendeskripsikan macam-macam budaya politik.
  •     4. Menjelaskan faktor penyebab berkembangnya budaya politik.
  •     5. Menyimpulkan budaya politik yang berkembang di masyarakat. 

Prasyarat Belajar :
Sebelum mempelajari pengertian budaya politik, peserta didik diharapkan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebagai apersepsi:
  • 1. Apakah pengertian budaya politik?
  • 2. Sebutkan macam-macam budaya politik!
  • 3. Sebutkan faktor-faktor penyebab berkembangnya budaya politik di suatu daerah!

Petunjuk Belajar Menggunakan Modul:
  • 1. Dengan modul ini diharapkan siswa dapat belajar secara mandiri konsep budaya politik tanpa atau dengan bimbingan guru.
  • 2. Modul ini dikembangkan dari konsep yang mudah ke yang sulit, dari konsep nyata ke konsep yang abstrak dan dari konsep yang sederhana ke konsep yang rumit.
  • 3. Belajarlah secara berkelompok dengan anggota kelompok maksimal 6 orang.
  • 4. Baca baik-baik Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD) dan Tujuan Pembelajaran.

PENDAHULUAN

Pada harian Kompas, 15/12/2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyinggung soal pentingnya menumbuhkan budaya unggul sebagai identitas dan budaya nasional. Budaya unggul tersebut oleh presiden didefinisikan sebagai semangat dan kultur untuk mencapai kemajuan ,dengan cara kita harus bisa, kita harus berbuat yang terbaik.

Salah satu unsur budaya nasional itu adfalah budaya politik. Oleh karena itu dari sudut ini kita dapat pula kita berbicara mengenai cara menumbuhkan dan menerapkan budaya politik unggul itu dalam kehidupan politik kita.

Berikut akan diuraikan mengenai pengertian budaya politik, ciri-ciri budaya politik, macam-macam budaya politik, faktor penyebab berkembangnya budaya politik, dan budaya politik yang berkembang di masyarakat.


PENGERTIAN BUDAYA POLITIK :

  • 1. Samuel Beer, budaya politik adalah nilai-nilai keyakinan dan sikap-sikap emosi tentang bagaiman pemerintahan seharusnya dilaksanakan dan tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah.
  • 2. Gabriel A. Almond dan Sidney Verba, budaya politik adalah suatu sikap orientasi yang khas dari warga negara terhadap sistem politik dengan aneka ragam  bagiannya dan sikap  terhadap peranan warga negara yang ada dalam sistem itu.
  • 3. Rusdi Sumintapura, budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan plitik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
  • 4. Mochtar Masud dan Colin McAndrews, budaya politik adalah sikap dan orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintahan negara dan politiknya.
  • 5. Larry Diamond, budaya politik adalah keyakinan, sikap, nilai, ide-ide, sentimen, dan evaluasi suatu masyarakat tentang sistem politik negara mereka dan peran masing-masing individu dalam sistem itu.

Dari berbagai pendapat di atas, dapat ditarik simpulan sebagai berikut:

  • a. Budaya politik tidak menekankan persoalan pada perilaku aktual warga negara yang berupa tindakan, melainkan lebih menekankan persoalan pada perilaku nonaktual yang berupa orientasi, misalnya sikap, nilai, pengetahuan, kepercayaan, dan penilaian warga terhadap suatu objek politik.
  • b. Budaya politik menggambarkan orientasi politik warga negara dengan jumlah besar bukan perseorangan.
  • c. Hal-hal yang diorientasikan dalam budaya politik adalah sistem politik dan objek pembicaraan warga negara adalah kehidupan politik pada umumnya.

Budaya politik merupakan persepsi warga negara yang diaktualisasikan dalam pola sikap terhadap masalah politik yang terjadi sehingga berdampak terhadap pembentukan struktur dan proses kegiatan politik masyarakat maupun pemerintahan karena sistem politik merupakan hubungan antara manusia yang menyangkut soal kekuasaan, aturan, dan wewenang. 

Untuk mempermudah pemahaman setelah membaca pengertian-pengertian budaya politik di atas, budaya politik adalah orientasi atau pandangan individu atau masyarakat terhadap sistem politik yang berlaku.
Negara Indonesia menganut sistem politik Demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila berdasarkan kerakyatan yang dijiwai dan diintegrasikan dengan sila-sila lainnya.


Menurut Almond dan Powell ada 2 orientasi Politik yaitu tingkat Masyarakat dan tingkat Individu :

1. Orientasi individu dalam sistem politik  dapat dilihat dari 3 komponen :

a. Orientasi kognitif berbagai keyakinan dan pengetahuan seseorang tentang :

  • 1. sistem politik.
  • 2. tokoh pemerintahan
  • 3. kebijakan pemerintahan
  • 4. simbol-simbol yang dimiliki oleh system politik seperti: ibukota negara, lambang negara, kepala negara, batas negara, mata uang, dll. 
b. Orientasi Afektif menunjuk pada aspek perasaan atau ikatan emosional individu pada sistem politik. Seperti perasaan khusus terhadap aspek sistem politik tertentu yang membuatnya menerima dan menolak sistem politik. Orientasi afektif ini dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan.

c. Orientasi Evaluatif berkaitan dengan penilaian moral seseorang terhadap sistem politik, kinerja sistem politik, komitmen terhadap nilai dan pertimbangan politik. 
                                           

2. Orientasi Tingkat masyarakat adalah pandangan dan sikap sesama warga negara, yang meliputi rasa percaya dan permusuhan antar individu, kelompok maupun golongan. Sikap saling percaya menumbuhkan saling kerja sama sedang sikap permusuhan menimbulkan konflik.


Budaya politik adalah nilai-nilai yang berkembang dan dipraktikan oleh suatu masyarakat tertentu dalam bidang politik. Ciri-ciri dari budaya politik yaitu :
  •    1.  adanya pengaturan kekuasaan
  •    2.  proses pembuatan kebijakan pemerintah
  •    3.  adanya kegiatan dari partai-partai politik
  •    4.  perilaku dari aparat-aparat Negara
  •    5.  adanya budaya politik menyangkut masalah legitimasi
  •    6.  adanya gejolak masyarakat  terhadap kekuasaan yang memerintah menyangkut pola pengalokasian sumber-sumber masyarakat.

Faktor penyebab berkembangnya budaya politik:
  • (1) Tingkat pendidikan masyarakat sebagai kunci utama perkembangan budaya politik masyarakat.
  • (2) Tingkat ekonomi masyarakat, semakin tinggi tingkat ekonomi atau kesejahteraan masyarakat maka partisipasi masyarakat pun semakin besar.
  • (3)  Reformasi politik atau political will (semangat merevisi dan mengadopsi sistem politik yang lebih baik).
  • (4)  Supremasi hukum (adanya penegakan hukum yang adil, independen, dan bebas).
  • (5)  Media komunikasi yang independen (berfungsi sebagai kontrol sosial, bebas, dan mandiri)
Etika politik sangat penting
Budaya politik supaya berkembang baik harus didasarkan pada etika politik. Etika Politik sebagai sarana yang diharapkan mampu menciptakan suasana harmonis antar pelaku dan antar kekuatan sosial politik serta antar kelompok kepentingan lainnya untuk mencapai sebesar-besar kemajuan bangsa dan negara dengan mendahulukan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi dan golongan. Etika politik mutlak diperlukan bagi perkembangan kehidupan politik. Etika politik merupakan prinsip pedoman dasar yang dijadikan sebagai fondasi pembentukan dan perjalanan roda pemerintahan yang biasanya dinyatakan dalam konstitusi negara (Dharma Setywan Salam: 2006).

Di Indonesia Eika Politik dan Pemerintahan diatur dalam Ketetapan MPR RI No. VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Dalam Ketetapan tersebut diuraikan bahwa etika kehidupan berbangsa tidak terkecuali kehidupan berpolitik merupakan rumusan yang bersumber dari ajaran agama, khususnya yang bersifat universal, dan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila sebagai acuan dasar dalam berpikir, bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa.

Rumusan tentang etika kehidupan berbangsa ini disusun dengan maksud untuk membantu memberikan penyadaran tentang arti penting tegaknya etika dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pokok-pokok etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mengedepankan kejujuran, amanah, keteladanan, sportifitas, disiplin, etos kerja, kemandirian, sikap toleransi, rasa malu, tanggung jawab, menjaga kehormatan serta martabat diri sebagai warga bangsa.

Dalam TAP MPR tersebut juga dinyatakan bahwa Etika Politik dan Pemerintahan dimaksudkan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, efisien, dan efektif serta menumbuhkan suasana politik yang demokratis yang bercirikan keterbukaan, rasa bertanggungjawab, tanggap akan aspirasi rakyat, menghargai perbedaan, jujur dalam persaingan, kesediaan untuk menerima pendapat yang lebih benar, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dan keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa.


Budaya politik yang baik harus didasarkan pada etika politik yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Etika politik merupakan tata nilai, sopan santun,atau ukurak baik buruknya tingkah laku / perilaku politik baik dalam suprastruktur maupun infrastuktur politik. Budaya politik merupakan kunci untuk memahami sistem politik. 
Etika politik bersumber pada tata nilai sosial dan budaya dan sistem politik negara yang bersangkutan. Oleh karena itu etika politik yang berlaku di negara liberal seperti AS dan negara-negara Eropa akan berbeda dengan negara Komunis, ataupun Pancasila. Etika politik dalam sistem negara demokrasi akan menjunjung harkat dan martabat manusia baik secara sosial maupun individual, dan menumbuhkan dialog, diskusi, serta konsultasi. 
Etika politik dalam sistem demokrasi yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • 1. Menegakan konstitusi sehingga tercipta supremasi konstitusi.
  • 2. Menegakan rule of law sehingga tercapai negara hukum.
  • 3. Menegakan open management sehingga tercapai partisipasi masyarakat secara efektif.
  • 4. Penyelenggaraan pemilu yang luber, jujur, dan adil.
  • 5. Menghormati adanya organisasi politik sehingga terwujud mekanisme demokrasi yang sehat.
  • 6. Mewujudkan pers yang bebas dan bertanggung jawab.


BUDAYA POLITIK DI INDONESIA
Herbert Feith, Indonesia memiliki 2 budaya politik yang dominan :
1. Aristokrasi Jawa
2. Wiraswasta Islam

Clifford Geertz, Indonesia memiliki 3 sub budaya yaitu :
  • 1. Santri : pemeluk agama islam yang taat yang terdiri dari pedagang di kota dan petani  yang berkecukupan.
  • 2. Abangan : yang terdiri dari petani kecil.
  • 3. Priyayi : golongan yang masih memiliki pandangan hindu budha, yang kebanyakan dari golongan terpelajar, golongan atas penduduk kota terutama golongan pegawai.                       

Afan Gaffar, budaya politik indonesia memiliki 3 ciri dominan :
  • 1. Hirarki yang tegar/ketat : adanya pemilahan tegas antar penguasa (wong gedhe) dengan Rakyat kebanyakan (wong cilik).  
  • 2. Kecenderungan Patronage (hubungan antara orang berkuasa dan rakyat biasa) seperti majikan  majikan dengan buruh.
  • 3. Kecenderungan Neo Patrimonialistik, yaitu perilaku negara masih memperlihatkan tradisi dan budaya politik yang berkarakter patrimonial.

LATIHAN SOAL
Pilihlah salah satu jawaban yang tepat dengan memilih salah satu huruf jawaban a, b, c, d atau e!

1. Orientasi warga / masyarakat terhadap suatu sistem politik disebut ....
  • a.  Partisipasi politik
  • b.  Partai politik
  • c.  Sosialisasi politik
  • d.  Budaya politik
  • e.  Sistem politik

2. Dalam masyarakat demokratis budaya politik selalu mengalami perkembangan. Yang dimaksud dengan budaya politik adalah ....
  • a.  sikap dan orientasi yang khas dari warga masyarakat terhadap sistem politik
  • b.  seluruh elemen yang bekerja di dalam sistem dalam rangka mencapai tujuan politik
  • c.  kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat dalam menghadapi situasi politik nasional
  • d. cara yang khas dari sekelompok manusia untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan politik
  • e. pola yang tetap dari hubungan antar manusia yang menyangkut aturan, kekuasaan dan kewenangan.

3. Budaya politik biasanya berpusat pada ….
  • a.  tingkah laku politik masyarakat
  • b.  objek dan proses politik masyarakat
  • c.  pikiran dan perasaan perseorangan
  • d.  sistem nilai yang hidup dalam masyarakat
  • e.  orientasi yang bersifat kognitif dan afektif

4. Budaya politik yang  bersifat abstrak yaitu ….
  • a.  ketentuan hak dan kewajiban warga negara
  • b.  politik uang dalam pemilihan kepala daerah
  • c.  demontrasi menentang kenaikan harga BBM
  • d.  pelantikan presiden dan wakil presiden
  • e.  simbol-simbol partai politik

5. Orientasi kognitif seseorang terhadap sistem politik terhadap sistem politik lebih berkaitan dengan aspek ……
  • a.  sikap
  • b.  emosi
  • c.  perilaku
  • d.  evaluasi
  • e.  pengetahuan

6. Adanya pemilahan yang tegas antara penguasa dengan rakyat kebanyakan menjadi ciri dari budaya politik Indonesia yaitu …..
  • a.  Bhinneka Tunggak Ika    
  • b.  adanya birokrasi yang kaku        
  • c.   berkecenderungan patronage       
  • d.  mempunyai hirarki yang ketat      
  • e.  berkecenderungan patrimonialistik

7. Budaya politik partisipan akan  mendukung demokrasi yang stabil karena ……
  • a.   partisipan mempunyai kompetensi yang tinggi dalam kegiatan politik
  • b.   banyak peluang yang dapat diperebutkan dalam lembaga politik
  • c.   kekuasaan negara dipegang oleh negarawan yang dipilih oleh rakyat
  • d.   semua kegiatan partai politik didukung oleh dana dari pemerintah
  • e.   semua lembaga negara berjalan sesuai dengan budaya politik bangsa

8. Membagi-bagikan uang kepada warga masyarakat yang bersedia memilih calon kepala daerah, menunjukan ……
  • a.   sikap dan perilaku elite politik yang murah hati
  • b.   karakter dan budaya masyarakat yang belum mandiri
  • c.   adat kebiasaan yang dilakukan untuk menarik simpati
  • d.   perhatian calon pemimpin kepada rakyat yang mendukungnya
  • e.   sikap politik yang berani berkorban demi kepentingan masyarakat

9. Proses pematangan budaya politik lokal harus dilakukan dengan cara ……
  • a.   memasukan unsur-unsur budaya asing seluas-luasnya
  • b.   melibatkan semua anggota partai politik dan pimpinannya
  • c.   indoktrinasi yang ketat dan terprogram bagi warga masyarakat
  • d.   penyerasian antara budaya politik lokal dengan struktur politik nasional
  • e.   mengikut sertakan peranan pimpinan adat yang dipercaya masyarakat

10.  Faktor penyebab berkembangnya budaya politik, kecuali ....
  • a. Tingkat pendidikan masyarakat sebagai kunci utama perkembangan budaya politik masyarakat.
  • b. Tingkat ekonomi masyarakat, semakin tinggi tingkat ekonomi/sejahtera masyarakat maka partisipasi masyarakat pun semakin besar.
  • c. Reformasi politik atau political will (semangat merevisi dan mengadopsi sistem politik yang lebih baik).
  • d. Supremasi hukum (adanya penegakan hukum yang adil, independen, dan bebas).
  • e. Media komunikasi yang tidak independen (tidak berfungsi sebagai kontrol sosial, bebas, dan mandiri)

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan jelas.
  • 1. Apakah pengertian Budaya politik?
  • 2. Sebutkan ciri-ciri budaya politik!
  • 3. Sebutkan 3 macam-macam budaya politik!
  • 4. Sebutkan 3 faktor penyebab berkembangnya budaya politik!
  • 5. Jelaskan budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia!

Referensi
  • a. Tim Penulis. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI. Semarang: Pemkot Semarang.
  • b. Chotip, dkk. 2007. Kewarganegaraan 2 Menuju Masyarakat Madani. Jakarta: Yudhistira.
  • c. Budiyanto. 1999. Tata Negara Untuk SMA. Jakarta: Erlangga.
  • d. Tim Penyusun. 2012. LKS Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI. Semarang: MGMP.


Get free daily email updates!

Follow us!


Ditulis Oleh: Rochimudin ~ Untuk Pendidikan Indonesia

Artikel Modul Pengertian Budaya Politik Semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungan dan kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar baik FB comment maupun comment di blog. Sebaiknya berikan comment selain di FB comment agar cepat teridentifikasi.

Related Post:

2 komentar:

  1. dengan adanya materi budaya politik saya termotivasi untuk menegakkan atau melaksanakan budaya politik yang lebih baik lagi.(shindy)

    BalasHapus
  2. setelah membaca artikel ini, saya memahami tenteng budaya politik (lutfia brillian xi-ipa7/19)

    BalasHapus

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

//