SELAMAT DATANG & SELAMAT MENIKMATI BLOG INI. SEMOGA BERMANFAAT.
“Persiapan generasi emas, yaitu generasi yang kreatif, inovatif, produktif, mampu berpikir orde tinggi, berkarakter, serta cinta dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Dengan Generasi emas itulah, kita bangun peradaban Indonesia yang unggul, menuju kejayaan Indonesia 2045.”. (M. Nuh, Sambutan Mendikbud pada upacara Hari Pendidikan 2 Mei 2014)

Senin, 17 Desember 2012

Modul Tipe-tipe Budaya Politik

Rochimudin | Senin, 17 Desember 2012 | 10.30 |
MODUL BUDAYA POLITIK
Mapel PKN Kelas XI Semester 1 SMA
 
Wayang sebagai media pembentukan budaya politik
(dok:
basorigareng.wordpress.com)
Standar Kompetensi :
  • 1. Menganalisis budaya politik di Indonesia
  • Kompetensi Dasar :
  • 2. Menganalisis tipe-tipe budaya poitik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia.

Tujuan Pembelajaran :
  • 1. Mengidentifikasi tipe budaya politik di Indonesia
  • 2. Menyimpulkan budaya politik dalam demokrasi parlementer
  • 3. Menyimpulkan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik
  • 4. Menyimpulkan budaya politik dalam era orde baru
  • 5. Menentukan tipe budaya politik yang dapat menumbuhkan keberanian dalam mengemukakan pendapat dan siap menghadapi tantangan dengan penuh tanggung jawab.

Petunjuk Belajar Menggunakan Modul:
  • 1. Dengan modul ini diharapkan siswa dapat belajar secara mandiri konsep budaya politik tanpa atau dengan bimbingan guru.
  • 2. Modul ini dikembangkan dari konsep yang mudah ke yang sulit, dari konsep nyata ke konsep yang abstrak dan dari konsep yang sederhana ke konsep yang rumit.
  • 3. Belajarlah secara berkelompok dengan anggota kelompok maksimal 6 orang.
  • 4. Baca baik-baik Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD) dan Tujuan Pembelajaran.

Prasyarat Belajar:
  • Sebelum mempelajari pengertian budaya politik, peserta didik diharapkan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebagai apersepsi:
  • 1. Apakah pengertian tipe budaya politik?
  • 2. Sebutkan macam-macam tipe budaya politik!

PENDAHULUAN
         Salah satu indikator suatu negara demokratis adalah sikap dan budaya rakyat atau warga negaranya yang terbiasa berperilaku demokratis. Perilaku demokrasi akan tumbuh subur dalam budaya politik yang partisipan.
         Berikut akan diuraikan mengenai tipe-tipe budaya politik, budaya politik dalam demokrasi parlementer, pentingnya sosialisasi politik dalam pengembangan budaya politik, budaya politik dalam era orde baru, serta tipe budaya politik yang dapat menumbuhkan keberanian dalam mengemukakan pendapat dan siap menghadapi tantangan dengan penuh tanggung jawab.

TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK 


Tipe-tipe budaya politik dapat ditinjau berdasarkan:

1. Sikap yang ditunjukan

Pada tipe budaya ini budaya politik dibagi bersifat militan dan toleransi.

Budaya Politik Militan
Yaitu sikap politik seseorang yang menghendaki perubahan atau tindakan secara cepat, jika perlu dengan cara kekerasan. Budaya politik militan tidak memandang perbedaan sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik, tetapi melihatnya sebagai usaha jahat dan menantang. Bila terjadi krisis, yang dicari adalah kambing hitamnya, bukan peraturannya yang mungkin salah.

Budaya Politik Toleransi
Yaitu berpusat pada masalah/ide yang harus dinilai. Selalu membuka pintu untuk bekerjasama.

2. Berdasarkan orientasi politik, yaitu:

1. Budaya Politik Parokial (parochial political culture) :
    Cirinya :
  • - Lingkupnya sempit dan kecil
  • - Masyarakatnya sederhana dan tradisional bahkan buta huruf khususnya petani dan buruh tani.
  • - Spesialisasi kecil belum berkembang.
  • - Pemimpin politik biasanya berperan ganda bidang ekonomi, agama dan budaya.
  • - Masyarakatnya cenderung tidak menaruh minat terhadap objek politik yang luas.
  • - Masyarakatnya tinggal di desa terpencil di mana kontak dengan sistem politik kecil.

2. Budaya Politik Subjek (subject political culture) :
    Cirinya :
  • - Orang secara pasif patuh pada pejabat pemerintahan dan undang- undang.
  • - Tidak melibatkan diri pada politik atau golput.
  • - Masyarakat mempunyai minat, perhatian, kesadaran terhadap sistem politik.
  • - Sangat memperhatikan dan tanggap terhadap keputusan politik, atau output.
  • - Rendah dalam input kesadaran sebagai aktor politik belum tumbuh.

3. Budaya Politik Partisipan (participant political culture) :

Sebagai insan politik, kegiatan-kegiatan politik yang dapat dilakukan sebagai wujud partisipasi politik antara lain :
  • - Membentuk organisasi politik atau menjadi anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dapat mengontrol maupun memberi input terhadap setiap kebijakan pemerintah.
  • - Aktif dalam proses pemilu, seperti berkampanye, menjadi pemilih aktif, dan menjadi anggota perwakilan rakyat.
  • - Bergabung dalam kelompok-kelompok kepentingan kontemporer, seperti unjuk rasa secara damai tidak anarkis atau merusak, petisi, protes, dan demonstrasi.

Ciri budaya politik partisipan :
  • 1. Kesadaran masyarakat bahwa dirinya dan orang lain anggota aktif dalam kehidupan politik.
  • 2. Melibatkan diri dalam system politik sangat berarti walaupaun hanya sekedar memberikan suara dalam pemilu.
  • 3. Tidak menerima begitu saja terhadap keputusan, kebijakan sistem politik.
  • 4. Dapat menilai dengan penuh kesadaran baik input maupun output bahkan posisi dirinya sendiri, dll.

Menurut Moechtar Masoed dan Colin MacAndrews ada 3 model budaya politik :
  • a. Model masyarakat demokratis industrial yang terdiri dari aktivis politik, kritikus politik. (identik dengan budaya politik partisipan).
  • b. Model sistem politik otoriter rakyat sebagai subjek yang pasif, tunduk pada hukumnya tapi tidak melibatkan diri dalam urusan politik dan pemerintahan (identik dengan budaya politik subjek).
  • c. Model masyarakat sistem demokratis pra–industrial masyarakat pedesaan, petani, buta hurup, kontak politik sangat kecil, (budaya politik parokial).

Menurut Max Weber, dalam negara yang patrimonialistik penyelenggaraan pemerintahan berada di bawah kontrol langsung pimpinan negara. Menurutnya karakteristik negara patrimonialistik adalah :
  • a. Cenderung mempertukarkan sumber daya yang dimiliki seseorang penguasa kepada teman-temannya.
  • b. Kebijakan sering kali lebih bersifat partikularistik dari pada bersifat universalistik.
  • c. Rule of Law lebih bersifat sekunder bila dibandingkan dengan kekuasaan penguasa (rule of man)
  • d. Penguasa politik sering kali mengaburkan antara kepentingan umum dan kepentingan publik.

Di masa Orde Baru kekuasaan patrimonialistik telah menyebabkan kekuasaan tak terkontrol sehingga negara menjadi sangat kuat sehingga peluang tumbuhnya civil society terhambat. Contoh budaya politik Neo Patrimonialistik adalah :
  • a. proyek di pegang pejabat.
  • b. promosi jabatan tidak melalui prosedur yang berlaku (surat sakti).
  • c. anak pejabat menjadi pengusaha besar, memanfaatkan kekuasaan orang tuanya dan mendapatkan perlakuan istimewa.
  • d. anak pejabat memegang posisi strategis baik di pemerintahan maupun politik.
Untuk mengetahui karakter budaya politik suatu bangsa, kita dapat mengukurnya melalui beberapa dimensi yaitu:
  • 1. Tingkat pengetahuan umum masyarakat mengenai sistem politik negaranya. Pengetahuan ini seperti sejarah, letak geografis, konstitusi negara, lembaga-lembaga negara, dll.
  • 2. Pemahaman masyarakat tentang struktur dan peran pemerintah dalam membuat kebijakan.
  • 3. Pemahaman mengenai penguatan kebijakan. Hal ini meliputi masukan opini dari masyarakat dan media kepada pemerintah.
  • 4. Sejauh mana partisipasi politik masyarakat dalam bernegara. Hal ini penting untuk mengetahui hak dan kewajibannya.

Karikatur realitas politik (dok: inilah.com)
Budaya politik yang berkembang di Indonesia adalah budaya politik campuran, artinya gabungan dari ketiga tipe budaya politik di atas. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa ciri dari masyarakat Indonesia seperti adanya sub-budaya yang beraneka ragam, hal ini karena Indonesia memiliki budaya sendiri sendiri. Selain itu kecenderungan masyarakat Indonesia yang masih kuat ikatan primordial yang dikenali melalui indikator berupa sentimen kedaerahan, kesukuan, dan keagamaan.

Nazarudin Samsudin menyatakan dalam sebuah budaya ciri utama yang menjadi identitas adalah sesuatu nilai atau orientasi yang menonjol dan diakui oleh masyarakat atau bangsa secara keseluruhan. Jadi simbol yang selama initelah diakui dan dikenal masyarakat adalah Bhinneka Tunggal Ika, maka budaya politik kita di Indonesia adakah Bhinneka Tunggal Ika.

BUDAYA POLITIK PARTISIPAN

1. Gabriel A. Almond dan Sidney Verba, budaya politik partisipatif atau disebut juga budaya politik demokrasi adalah suatu kumpulan sistem keyakinan, sikap, norma, persepsi dan sejenisnya, yang menopang terwujudnya partisipasi. Untuk terwujudnya partisipasi itu warga negara harus yakin akan kompetensinya untukterlibat dalam proses politik dan pemerintah memperhatikan kepentingan rakyat agar rakyat tidak kecewa dan apatis terhadap pemerintah.

2. Ramlan Surbakti, partisipasi politik adalah keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut atau mempengaruhi hidupnya. Ciri-cirinya adalah :

  • - Perilaku warga negara yang bisa diamati bukan batiniah (sikap dan orientasi).
  • - Perilaku atau kegiatan itu mem,pengaruhi pemerintah (pemegang kebijakan)
  • - Kegiatan atau prilaku yang gagal ataupun berhasil termasuk partisipasi politik.
  • - Kegiatan mempengaruhui pemerintah dapat dilakukan secara :
          · Langsung yaitu individu tidak menggunakan perantara dalam mempengaruhi pemerintah.
          · Tak langsung yaitu menggunakan pihak lain yang dapat meyakinkan pemerintah.

Kegiatan mempengaruhi pemerintah dapat dilakukan dengan prosedur wajar (konvensional) tidak berupa kekerasan (nonviolence) seperti: ikut memeilih dalam pemilihan umum,mengajukan petisi, melakukan kontak tatap muka, menulis surat, dll. Selain itu ada yang melalui cara–cara di luar prosedur yang wajar (tidak Konvensional) berupa: kekerasan (violence), demonstrasi (unjuk rasa), pembangkangan halus (golput), hura-hura, mogok, serangan senjata, gerakan-gerakan politik, dan revolusi, kudeta, makar, dll.

3. Prof. Dr. Miriam Budiardjo, partisipasi politik adalah kegiatan seseorang dalam partai politik yang mencakup semua kegiatan sukarela dimana seseorang turut dalam proses pemilihan pemimpin politik dan turut langsung atau tidak langsung dalam pembentukan kebijakan umum.


LATIHAN SOAL
Pilihlah salah satu jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang (X) pada salah satu huruf jawaban a, b, c, d atau e pada lembar jawaban!

1. Masyarakat yang berbudaya politik Partisipan ditandai dengan keadaan sebagai berikut yaitu .....

  • a. lahirnya kelompok anti pemerintah
  • b. timbulnya pemerintahan yang otoriter
  • c. peran warga negara terhadap sistem politik sangat tinggi
  • d. kesadaran bahwa masyarakat tidak dapat mengubah sistem yang ada
  • e. tingkat kepatuhan warga negara terhadap sistem politik berubah ubah

2. Perhatikan pilihan berikut:
  • 1. Pengurus karang Taruna
  • 2. Anggota aktif partai politik
  • 3. Ikut demonstrasi secara damai
  • 4. Mencalonkan diri menjadi Ketua RT
  • 5. Menggunakan hak pilih dalam Pemilu

Dari pilihan di atas, bentuk partisipasi politik warga negara dalam kehidupan bernegara ditunjukkan pada nomor ….
  • a. 1, 2 dan 3
  • b. 1, 2 dan 4
  • c. 2, 3 dan 4
  • d. 2, 3 dan 5
  • e. 3, 4 dan 5

3. Perhatikan beberapa kegiatan di bawah ini:
  • 1. Kegiatan pemilihan
  • 2. Kegiatan religi
  • 3. Lobbying
  • 4. Kegiatan organisasi
  • 5. Tindakaan sosial

Berdasarkan pilihan di atas, kegiatan yang menunjukan partisipasi politik yaitu …..
  • a. 1, 2, 3
  • b. 2, 3, 4
  • c. 3, 4, 5
  • d. 1, 3, 4
  • e. 2, 4, 5

4. Adanya pemilahan yang tegas antara penguasa dengan rakyat kebanyakan menjadi ciri dari budaya politik Indonesia yaitu ….

  • a. Bhinneka Tunggak Ika
  • b. adanya birokrasi yang kaku
  • c. berkecenderungan patronage
  • d. mempunyai hirarki yang ketat
  • e. berkecenderungan patrimonialistik

5. Budaya politik partisipan akan mendukung demokrasi yang stabil karena ……

  • a. partisipan mempunyai kompetensi yang tinggi dalam kegiatan politik
  • b. banyak peluang yang dapat diperebutkan dalam lembaga politik
  • c. kekuasaan negara dipegang oleh negarawan yang dipilih oleh rakyat
  • d. semua kegiatan partai politik didukung oleh dana dari pemerintah
  • e. semua lembaga negara berjalan sesuai dengan budaya politik bangsa

6. Generasi muda perlu mengembangkan budaya politik partisipan agar ….

  • a. dikenal dan diakui dilingkungan sekolah dan masyarakat
  • b. memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang berharga
  • c. mendapat penilaian sebagai warga masyarakat yang potensial
  • d. melatih diri untuk berani tampil menunjukkan kemampuan yang dimiliki
  • e. mampu bersaing untuk memperebutkan posisi tertinggi dalam organisasi



7. Contoh penerapan budaya politik partisipan di lingkungan sekolah yaitu ……

  • a. ikut berperan dalam musyawarah perwakilan kelas
  • b. mengikuti kegiatan ekstrakurikuler secara rutin sesuai jadwal
  • c. mengikuti proses pembelajaran di sekolah dengan tekun dan serius
  • d. aktif mengajukan pertanyaan kepada guru pada waktu pelajaran berlangsung
  • e. melaporkan kegiatan siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah

8. Menyampaikan kritik dan saran kepada pemimpin sekolah sebaiknya dilakukan dengan cara ……
  • a. demontrasi mengerahkan semua siswa
  • b. mengadu kepada orang tua dan komite sekolah
  • c. mengajak pengurus OSIS untuk melancarkan protes
  • d. pertemuan antar wakil OSIS dan pimpinan sekolah
  • e. mengirimkan surat kaleng agar tidak diketahui identitasnya

9. Penerapan budaya politik partisipan yang paling sesuai bagi generasi muda sebagai anggota partai politik, yaitu .....
  • a. beramai-ramai mengikuti konvoi mengendarai sepeda motor
  • b. bergembira ria menikmati hiburan kesenian
  • c. membuat bendera, kaos dan atribut partai politik
  • d. mengajak teman-teman untuk menghadiri rapat akbar
  • e. memahami dan mempelajari visi dan misi partai politik

10. Sifat yang terdapat dalam tipe budaya parochial, yaitu masyarakat melakukan kegiatan politik hanya berdasar pada solidaritas atau ikut-ikutan sebab ……

  • a. ikatan suku dan adat budaya daerah sangat dijunjung tinggi
  • b. terpengaruh pada masa lalu terutama pada masa penjajahan
  • c. tidak memiliki kesadaran untuk melakukan kegitan politik
  • d. terbelenggu masalah kemiskinan dan kebodohan
  • e. tidak mau menerima nilai-nilai budaya politik luar

11. Sikap dan orientasi politik masyarakat dengan tipe budaya partisipan yaitu ……..

  • a. selalu mengikuti intruksi dan anjuran dari pimpinan politiknya
  • b. mengutamakan ikatan emosional atau perasaan demi keutuhan
  • c. mampu berkampanye untuk meraih jabatan politik yang diinginkan
  • d. selalu aktif mengikuti kegiatan politik dengan solidaritas yang tinggi
  • e. mampu memberikan evaluasi terhadap proses politik yang sedang berjalan

12. Proses pematangan budaya politik lokal harus dilakukan dengan cara ……

  • a. memasukan unsur-unsur budaya asing seluas-luasnya
  • b. melibatkan semua anggota partai politik dan pimpinannya
  • c. indoktrinasi yang ketat dan terprogram bagi warga masyarakat
  • d. penyerasian antara budaya politik lokal dengan struktur politik nasional
  • e. mengikut sertakan peranan pimpinan adat yang dipercaya masyarakat

13. Masyarakat perkotaan, terutama di pulau Jawa memiliki tipe budaya partisipan. Hal ini didukung oleh ......

  • a. sikap toleran terhadap kepentingan politik pihak-pihak lain
  • b. sikap yang terbuka, artinya mau menerima segala perubahan
  • c. kemampuan sosial ekonomi dan pendidikan yang relatif tinggi
  • d. ketrampilan dan fasilitas yag memadai untuk berpolitik secara aktif
  • e. kebijakan pemerintah kota memberi keleluasaan untuk kegiatan politik

14. Pertentangan atau perbedaan pendapat dalam masyarakat, sering membakar emosi dan menimbulkan konfrontrasi. Hal ini sebagai akibat ……

  • a. perilaku yang sangat militan dan mengabaikan toleran
  • b. lemahnya kekuatan atau wewenang aparat penegak hukum
  • c. lunturnya rasa persatuan bangsa, nasionalisme dan patriotisme
  • d. sikap mengutamakan kepentingan politik kelompoknya sendiri
  • e. pengaruh budaya asing yang mengutamakan kebebasan individu

15. Dalam masyarakat dengan tipe budaya politik parokial dan kawula, perbedaan sikap dan pendapat sering dianggap sebagai ……
  • a. hal biasa
  • b. melanggar ketentuan adat
  • c. pertentangan pendapat dan keyakinan
  • d. kebebasan sikap politik yang berlebihan
  • e. pembaruan nilai dan norma dalam masyarakat

16. Untuk mengatasi dampak budaya politik parochial dan kawula maka diperlukan ……

  • a. pejabat politik yang bertanggung-jawab, jujur, bersih dan berwibawa
  • b. peraturan perundang-undangan yang mencakup seluruh aspirasi rakyat
  • c. usaha pemerintah pusat dan daerah untuk mencegah konflik antar daerah
  • d. pembinaan dan pengarahan politik melalui petunjuk dan intruksi partai politik
  • e. strategi yang tepat untuk mewujudkan budaya politik partisipan atau demokratis

17. Masyarakat bersifat relatif maju baik sosial maupun ekonominya, tetapi masih bersifat pasif, merupakan pengertian/ciri dari ...... berdasarkan pada orientasi politiknya.

  • a. Budaya politik parokial
  • b. Budaya politik kaula
  • c. Budaya politik partisipan
  • d. Budaya politik toleransi
  • e. Budaya politik militan

18. Usaha-usaha perorangan atau kelompok untuk menghubungi pengusaha-pengusaha pemerintah dan pemimpin politik dikenal dengan istilah .....

  • a. Lobbying
  • b. Kegiatan pemilihan
  • c. Kegiatan organisasi
  • d. Mencari koneksi
  • e. Tindakan kekerasan

19. Tipe budaya politik partisifan cocok diterapkan dalam negara yang menganut sistem pemerintahan .....

  • a. Totaliter
  • b. Liberal
  • c. Komunis
  • d. Sosialis
  • e. Demokrasi

20. Rendahnya tingkat partisifasi politik pada tipe budaya politik parokial (parochial political culture)  disebabkan oleh ......

  • a. Faktor afektif
  • b. Faktor kognitif
  • c. Faktor psikologis
  • d. Pluralistik
  • e. Psikomotorik

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan jelas.
  1. 1. Apakah pengertian budaya politik?
  2. 2. Sebutkan ciri-ciri budaya politik!
  3. 3. Sebutkan 3 macam-macam budaya politik!
  4. 4. Sebutkan 3 faktor penyebab berkembangnya budaya politik!
  5. 5. Jelaskan budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia!

Referensi

  • a. Tim Penulis. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI. Semarang: Pemkot Semarang.
  • b. Chotip, dkk. 2007. Kewarganegaraan 2 Menuju Masyarakat Madani. Jakarta: Yudhistira.
  • c. Budiyanto. 1999. Tata Negara Untuk SMA. Jakarta: Erlangga.
  • d. Tim Penyusun. 2012. LKS Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI. Semarang: MGMP.

Get free daily email updates!

Follow us!


Ditulis Oleh: Rochimudin ~ Untuk Pendidikan Indonesia

Artikel Modul Tipe-tipe Budaya Politik Semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungan dan kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar baik FB comment maupun comment di blog. Sebaiknya berikan comment selain di FB comment agar cepat teridentifikasi.

Artikel Berkaitan:

2 komentar:

  1. saya mau tanya,
    melihat dari partisipasi politik di indonesia saat ini menurut pendapatanda berada pada titik manakah budaya politik di indonesia saat ini?

    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang berada dititik budaya partisipan (atau menuju budaya partisipan). Buktinya dalam pemilu maupun pemilukada tingkat partisipasinya tinggi. Sedangkan tingkat demokrasinya sedang menuju ke titik demokrasi (dari titik anarkhi).

      Hapus

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

//