SELAMAT DATANG & SELAMAT MENIKMATI BLOG INI. SEMOGA BERMANFAAT.
“Kami menggoyangkan langit, menggemparkan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita”. (Soekarno)

Selasa, 16 Juli 2013

Orientasi terhadap Sistem Politik

Rochimudin | Selasa, 16 Juli 2013 | 14.30 |
(dok: bogw.blogspot.com)
Almond dan Verba berpendapat bahwa budaya politik dapat terlihat dari sikap individu terhadap seperangkat objek dan proses sosial yang bersifat khusus. Objek yang dimaksudkan di sini adalah sistem politik. Menurut Almond dan Verba pada sistem politik terdapat tiga komponen budaya yang saling menunjang. Atau dengan kata lain, orientasi individu terhadap sistem politik mencakup 3 aspek atau komponen yaitu:

1. Komponen kognitif
Yaitu pengetahuan dan kepercayaan pada politik, tokoh-tokoh pemerintah, kebijaksanaan yang diambil atau simbol-simbol yang dimiliki dalam sistem politiknya, peranan dan segala kewajibannya, serta input dan output-nya.

2. Komponen afektif
Yaitu perasaan terhadap sistem politik tertentu yang dapat membuatnya menerima atau menolak sistem politik itu serta peranan para aktor dan penampilannya.
3. Komponen evaluasi
Yaitu keputusan dan pendapat tentang objek-objek politik yang secara tipikal (khas) melibatkan kombinasi standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan yang memang telah dimiliki seseorang.

Peta Orientasi Politik (dok: setabasri01.blogspot.com)

Budaya politik mengutamakan dimensi psikologis dari suatu sistem politik yaitu sikap-sikap, sistem-sistem kepercayaan, simbol-simbol yang dimiliki individu-individu yang beroperasi dalam masyarakat beserta harapan-harapannya. 



Menuju Politik Bersih (dok: youtube.com)
Kegiatan politik sesorang misalnya, tidak hanya ditentukan oleh tujuan-tujuan yang didambakan, namun ditentukan juga oleh harapan-harapan politik yang dimilikinya serta mengenai pandangannya mengenai sistem politik. 

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka budaya politik terbagi atas bebarapa budaya politik yaitu:
a. Budaya politik apatis (masyarakat acuh, masa bodoh, dan pasif)
b. Budaya politik mobilisasi (masyarakat sengaja dimobilisasi)
c. Budaya politik partisipasi (masyarakat proaktif)

Get free daily email updates!

Follow us!


Ditulis Oleh: Rochimudin ~ Untuk Pendidikan Indonesia

Artikel Orientasi terhadap Sistem Politik Semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungan dan kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar baik FB comment maupun comment di blog. Sebaiknya berikan comment selain di FB comment agar cepat teridentifikasi.

Artikel Berkaitan:

5 komentar:

  1. pak saya kurang paham materi yang afektif. tolong dijelaskan lagi (humam faiq)

    BalasHapus
  2. pak saya kurang paham dengan perbedaan antara orientasi kognitif dengan afektif (rizky XI IA 7)

    BalasHapus
  3. makasih pak materinya sangat membantu saya dalam memahami materi orientasi politik untuk menjadi warga negara yang baik

    BalasHapus
  4. terima kasih atas materinya pak. semoga dengan penjelasan tadi kami sebagai pelajar lebih tau tentang mekanisme politik di Indonesia ( M. Reza Artha N. XI IA 7)

    BalasHapus
  5. pak saya mau tanya , siapa sih orang yg membagi orientasi politik itu ? ( Rizal Apriliyono )

    BalasHapus

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

//